(0274) 287 1809 rumahmesin@gmail.com

8 Langkah Sukses Budiya Bawang Merah Brebes yang pastinya mudah untuk Anda praktekkan sendiri dirumah, dengan bahan yang mudah untuk dicari hingga bibit yang banyak ditemui. Cara tanam yang benar juga membantu bawang merah Brebes agar menghasilkan tumbuhan subur dan melimpah penghasilannya.

Mendengar kata bawang merah pasti semua orang sudah tidak asing, bawang merah yang akan kami bahas ini bukan tentang bawang merah jahat seperti pada dongeng melaikan yang akan kita bahas yakni 8 langkah sukses budidayakan bawang merah brebes.

 

Metode budidaya bawang merah

1. Persiapan Lahan

lahan bawang brebes

Hal pertama yang harus dilakukan yakni pembersihan lahan dengan cara membabat rumput dan gulma. Kemudian tanah harus digemburkan dengan cara dicangkul maupun menggunakan traktor agar bawang merah brebes dapat hidup subur tanpa gulma.

Bedangannya dengan menanam padi, jagung, dan lain lain lahan yang akan ditanami bawang merah brebes dibuat lebar 1-1,2 meter dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan perpetak. Jarak antar bedengan 20-30 cm perpetak, dengan kedalaman parit 20-30 cm.

Adapun pupuk dasar untuk bawang yang digunakan pupuk kandang seperti dari kotoran sapi, kotoran ayam atau kompos, pupuk buatan TSP/SP-36, pupuk kandang atau kompos dan pupuk buatan seperti TSP disebar dengan cara diaduk rata dengan tanah satu sampai tiga hari sebelum tanam.

Jika pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit atau kapur pertanian dosis kurang lebihnya 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan dicampur rata dengan tanah lalu biarkan kurang lebih seminggu agar kadar asam tidak terlalu tinggi dan siap untuk di tanamami bawang merah.

 

2. Persiapan Umbi Bibit

umbi bawang

Umbi bibit bawang merah brebes yang berkualitas lebih baik memiliki ukuran sedang, sehat, keras dan permukaan kulit luarnya licin/ mengkilap. Ukuran umbi bibit yang biasanya adalah 3-4 gram/umbi.

Umbi bibit bawang merah yang baik adalah umbi bibit yang telah disimpan dengan kurun waktu 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi yang masih ada daunnya). Benih yang dianjurkan untuk ditanam yaitu benih Kuning, Bima Brebes, Bangkok, Kuning Gombong, dan lain lalin yang cocok ditanam didataran rendah.

Sedangkan untuk dataran medium dan dataran tinggi sangat disarankan memakai benih Sumenep, Menteng, Klon No. 88, Klon No. 33, Bangkok 2 karna bawangnya yang kuat dengan cuaca didataran medium maupun dataran tinggi.

Selain dari umbi, penanaman bawang merah juga dapat juga dari benih berupa biji bawang. Benih ini biasanya banyak dijumpai di toko-toko pertanian.

 

3. Penanaman

Umbi bibit atau biji awang merah ditanam dengan jarak tanam 20×15 cm atau 15×15 cm. Lubang tanam dibuat sedalam umbi biasa satu jari kelingking. Umbi bawang merah brebes ditanam ke dalam tanah dengan cara memutar.

penanaman bawang

Penanaman diusahakan jangan terlalu dalam karena umbi sangat mudah mengalami pembusukan. Jika umbi bawang belum siap ditanam, maka akan dilakukan pemotongan pada ujung umbi.Tujuannya tak lain untuk mempercepat pertumbuhan.

 

4. Pemupukan

pemupukan bawang

Pemupukan susulan menggunakan Urea, ZA (300-500 kg/ha) dan KCl (150-200 kg/ha). Pemupukan susulan akan dilakukan pada umur 10 sampai 15 hari setelah masa tanam bawang merah dan pemupukan susulan II pada waktu umur 1 bulan setelah masa tanam, masing-masing setengah dosis.

Sementara, 100 kg NPK(15-15-15) Mutiara diaplikasikan pada umur 3 minggu setelah masa panen. Sedangkan pupuk hayati (pupuk organik yang berasal dari tanaman) diberikan melalui bibit sebelum tanam atau dengan penyemprotan melalui tanaman umur 1 sampai 4 mingguan.

 

5. Pengairan dan Penyiangan

pengairan dan penyiangan

Yang perlu diingat adalah bawang merah adalah tipe tanaman yang memerlukan banyak air, namun bawang merah itu sendiri tidak tahan terhadap genangan (terlalu banyak air) atau tanah yang becek, pada intinya bawang merah hanya memerlukan kadar air yang cukup.

Tanaman berumur 0-10 hari, penyiraman dilakukan dua kali yakni pagi dan sore, sedangkan sesudah lebih dari 0-10 hari penyiraman cukup dilakukan sekali sehari (dan sangat dianjurkan sebaiknya dilakukan pada pagi hari).

Penyiraman untuk lahan persawahan biasanya dengan cara mengalirkan air ke bedengan hingga volume air merata, sedangkan untuk lahan kering menggunakan gembor/selang. Apabila digunakan cara ini, sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur lebih dari kurang lebihnya 10 hari.

Penyiangan atau Menghilangkan gulma pada tanaman bawang merah dapat dilakukan dengan cara manual sesuai dengan keadaan gulma dilahan tanam, yaitu antara satu sampai dua kali penghilangan gulma pada saat tanaman berumur 10 sampai 15 hari dan 28 sampai 35 hari sebelum pemupukan susulan.

 

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Berikut beberapa cara pengendaliannya hama penting pada tanaman bawang merah adalah sebagai berikut.

  • Ulat daun pada Bawang (Spodoptera exigua)

biasanya menyerang pada daun yang terlihat seperti bercak putih transparan. Ini karena ulat melubangi daun dan memasuki bagian dalam daun sehingga merusak jaringan bagian dalam daun itu akan menyebabkan daun terkulai.

Adapun cara pengendaliannya yaitu pemutaran masa tanam, waktu tanam serempak, atau dengan pengendalian secara pupuk anorganik.

  • Trips

Biasanya terlihat bintik-bintik keputihan pada bagian daun yang diserang, dan akhirnya daun menjadi kering. Biasanya hama ini terjadi pada musim kemarau tiba.

cara pengendaliannya dengan mengatur waktu tanam, atau secara kimiawi dengan penyemprotan pupuk anorganik pada tanaman bawang merah yang terkena hama.

  • Penyakit bercak ungu atau trotol (Alternaria porri)

penyakit ini biasanya menyerang daun yang sudah tua dan terdapat bercak putih-keputihan dan agak menggumpal, lama-lama bercak akan berwarna ungu berbentuk oval, keabu-abuan dan terdapat tepung hitamnya. Hama ini biasanya menyerang pada musim hujan.

Cara pengendaliannya dengan menentukan masa tanam, melakukan penyemprotan setelah hujan turun dengan air guna untuk mengurangi spora yang terdapat pada daun bawang. Pengendalian secara anorganik dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida.

 

7. Masa Panen

masa panen bawang

Panen dilakukan apabila tanaman sudah memasuki umur 65-75 hari. Biasanya tanaman yang telah siap dipanen memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Tanaman telah cukup tua, dengan hampir 60-90% batang telah lemas dan daun terlihat sudah menguning.
  • Umbi lapis akan memadat berisi dan sebagian terlihat akan naik terlihat ke permukaan tanah.
  • Warna kulit umbi mengkilat atau memerah.
  • Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman bersama daunnya dan diusahakan tanah yang menempel pada umbi untuk dibersihkan. Biarkan umbi beberapa jam daiatas bedengan, kemudian diikat.
  • Umbi yang sudah diikat dapat dijemur dengan posisi daun berada di atas selama kurang lebih 5 sampai 7 hari. Setelah daun kering, maka ikatan pun diperbesar dengan menyatukan 3 sampai 4 ikatan kecil menggunakan tali bambu. Selanjutnya ikatan dijemur kembali dengan posisi umbi di atas selama kurang lebihnya 2-3 hari,
  • Apabila umbi sudah kering, umbi harus segera disimpan di gudang atau dilakukan pengasapan agar tidak mudah busuk dan pasti tahan lama.

 

8. Pasca Panen

paska panen bawang

Umbi dijemur hingga kering kurang lebih 1 sampai 2 minggu hingga kadar airnya menurun dibawah sinar matahari langsung. Pembalikkan dilakukan setiap 2 sampai 3 hari sekali hingga bobot ubi mencapai kurang lebih 30%. Kemudian dilakukan penyortiran atau di sebut juga dengan grading sesuai dengan ukuran umbi.

Bawang merah yang sudah selesai di jemur dapat disimpan dengan cara digantungkan di gudang khusus dengan kisaran suhu kurang lebih 25% derajat celcius dan kelembaban yang cukup rendah untuk menghindari pembusuk umbi.

 

 

Tips Budidaya Bawang Merah Brebes Agar Hasilnya Memuaskan

  • Bawang merah tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1000 mdpl
  • Produksi akan baik pada dataran rendah apabila ditanam pada kisaran suhu 25-32 °C , dengan penyinaran matahari kurang lebih 70%
  • Persyaratan tanah : gembur, subur dan banyak mengandung bahan organik
  • Jenis tanah yang paling bagus yaitu lempung berpasir atau lempung berdebu
  • pH tanah 5-5 -6,5
  • Drainase dan aerasi tanah diusahakan yang bagus

Selain mengenal bawang merah breses yuk kenali juga manfaat bawang putih tunggal.