(0274) 287 1809 rumahmesin@gmail.com

Budidaya Bawang Merah-Bawang Merah adalah salah satu komoditas rempah yang paling dicari dan dibutuhkan oleh semua masyarakat Indonesia. Kebutuhan akan bawang merah setiap tahun semakin meningkat ditunjang dengan kebutuhan akan bawang merah untuk berbagai olahan makanan. Pada awal tahun 90an Indonesia merupakan salah satu pengekspor bawang merah terbesar se-asia, namun sekarang menjadi salah satu pengimpor bawang merah terbesar di dunia. Kali ini kita akan membahas Budidaya Bawang Merah.

Budidaya Bawang Merah Yang Benar

 

Cara Budidaya Bawang Merah Yang Benar di Lahan Kering

1. Syarat Tumbuh

  • Bawang merah tumbuh dengan di dataran rendah hingga dataran tinggi pada sekitar 1000 dpl
  • Persyaratan tanah : gembur, subur dan banyak mengandung bahan organik
  • Jenis tanah yang paling bagus yaitu lempung berpasir atau lempung berdebu
  • Hasil produksi terbaik pada dataran rendah dengan iklim 25-32 °C , dengan penyinaran 75%
  • pH tanah 5-5 -6,5
  • drainase dan aerasi tanah diusahakan yang bagus

 

2. Pengolahan Tanah Kering

  • Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,6-2 ton/ 2000 m2
  • Diluku kemudian setelah itu digaru dibiarkan kurang lebih 1 minggu dibuat bedengan atau pembatas lebar 130 -190 cm
  • Diantara bedengan atau pembatas pertanaman dibuat saluran air dengan lebar 50-60 cm dan kedalaman 70 cm.
  • Apabila pH tanah kurang dari 6,5 diberi kapur pertanian dengan takaran + 2 ton/ha disebarkan diatas bedengan atau pembatas dan kemudian diaduk hingga merata dengan tanah lalu diamkan selama 2 minggu.
  • Untuk mencegah serangan penyakit atau hama taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur dengan 26-51 kg pupuk kandang yang sudah matang, lau diamkan selama 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan atau pembatas.

 

3. Pupuk Dasar

  • Berikan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.
  • Atau jika dipergunakan : 2 sampai 4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk hingga rata dengan tanah.

 

4. Pemilihan Bibit

Sebelum menanam benih, sebaiknya agar tanah sudah disiram terlebih dahulu, apabila diperlukan buat atap yang bisa menutupi benih bawang merah dari hujan atau panas yang terik.

Syarat pemilihan benih adalah sebagai berikut :

  • Umbi benih harus yang sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak, kulit umbi tidak terkelupas
  • Umbi benih yang baik yang telah disimpan 3 sampai 4 bulan dan umbi masih ada daunnya
  • Atau anda bisa menggunakan benih dari biji yang sudah terbukti bebas penyakit atau bakteri dan mendapatkan sertifikat dari Departemen Pertanian. Sebagai pemecah masalah dari melambungnya harga benih untuk kebutuhan per hektarnya.
  • Ukuran umbi benih yang optimal adalah 5 sampai 6 gram/umbi.

 

5. Masa Tanam

A. Jarak Tanam Budidaya Bawang Merah Yang Benar

  • Pada Musim Hujan 25 x 20 cm varietas Tiron.
  • Pada Musim Kemarau, 14 x 14 cm, varietas Ilocos, bangkok atau tadayung

 

B. Cara Tanam Budidaya Bawang Merah Yang Benar

  • Umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA ditambahkan air dengan takaran 1 tutup/lt air
  • Taburkan GLIO secara merata pada umbi benih yg telah direndam dalam rendaman larutan NASA
  • Simpan umbi benih selama 2 hari sebelum memasuki masa tanam
  • Pada saat masa tanam, seluruh bagian umbi benih yang telah siap untuk ditanam dimasukkan ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu umbi benih.

 

 6. Pemupukan

Dalam budidaya bawang merah kita cukup menggunakan 2 bentuk pupuk ;

  • Pupuk dasar adalah pupuk  kandang bisa sapi atau kambing 16 sampai 21 ton/ha atau kotoran ayam 6 sampai 7 ton/ha atau pupuk kompos 3 ton/ha.  Pupuk buatan diperlukan juga dalam pupuk dasar TSP 150 sampai 200 kg/hektar. Cara-cara memberikan pupuk dasar yaitu dengan mengaduk dan menyebar hingga merata dengan tanah 1 sampai 3 hari sebelum memasuki masa tanam.
  • Pupuk susulan yaitu berupa pupuk urea 150kg/ha, Za 300 kg/ha, dan KCL 150/ha. Pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur 11 sampai 16 hari setelah masa tanam dan  proses pemberian pupuk susulan kedua yaitu pada umur 4 minggu setelah masa tanam berlangsung dengan 1/2 takaran.

 

7. Penyiraman dan Penyiangan

Yang perlu diingat bahwa bawang merah memerlukan banyak air, namun dia tidak tahan terhadap genangan atau tanah yang becek. Penyiraman sebaiknya dilakukan menggunakan gembor. Untuk tanaman berumur 0 sampai 10 hari, penyiraman dilakukan 2 (dua) kali yakni pagi dan sore hari, sedangkan sesudah umur tersebut penyiraman cukup dilakukan sekali sehari (sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Cara penyiraman budidaya bawang merah dengan cara yakni cara ”leb” (memasukkan air ke bedengan hingga merata) digunakan di lahan persawahan, untuk lahan kering tetap dengan gembor atau selang. Apabila digunakan cara ini (”leb”), sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur lebih dari 10 hari. Pengairan secara ”leb” dapat dilakukan setiap 3 sampai 4 hari sekali. Penyiangan pada budidaya bawang merah sebaiknya dilakukan 2 kali yakni pada saat tanaman berumur 10 sampai 15 hari dan 28 sampai 35 hari (sebelum pemupukan susulan). Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma di sekitar tanaman.

 

8. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama-hama atau penyakit penting pada saat berbudidaya bawang merah serta cara mengendalikannya adalah sebagai berikut :

  • Trips (Trips tabaci Lind.). Gejala yang ditimbulkannya : terdapat bintik-bintik putih pada daun yang terkena, yang pada akhirnya daun menjadi kering. Serangan hama tersebut biasanya terjadi pada saat musim kemarau. Cara mengendalikan : mengatur masa tanam yang pas, atau secara kimiawi yakni dengan menyemprotkan Curacron 50 EC, Bayrusil 35 EC, atau .Diasinon 60 EC
  • Penyakit bercak ungu atau trotol (Alternaria porri). Gejala yang ditimbulkan : pada daun yang terserang (pada umumnya daun yang sudah tua) terdapat bercak putih-putih dan sedikit mengendap, lama kelamaan akan berubah warna menjadi berwarna ungu berbentuk oval, keabu-abuan dan bertepung yang berwarna hitam. Serangan hama umumnya terjadi pada musim penghujan. Cara mengendalikan : melakukan penyemprotan setelah hujan dengan menggunakan air untuk mencegah bertumbuhnya spora yang menempel pada daun, dan merotasi tanaman.
  • Ulat tanah (Agrotis epsilon). Pengendaliannya dilakukan secara manual dengan mengumpulkan ulat-ulat pada sore hari di antar tanaman serta menjaga kebersihan yang berada di areal tanaman.
  • Ulat daun bawang (Spodoptera exiqua). Gejala yang ditimbulkan : pada daun yang terkena hama ini terlihat bercak putih yang transparan. Hal ini terjadi karena ulat menggerek daun dan masuk ke dalam daun sehingga merusak jaringan yang berada dalam daun inti sehingga terkadang daun terkulai oleh serangan hama tersebut. Cara mengendalikannya :  waktu tanam serempak, atau dengan pengendalian secara kimiawi yaitu menggunakan Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC, atau Bayrusil 35 EC, dan rotasi tanaman.

Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida, antara lain Ditane M-45, Antracol 70 WP, Difolatan 4 F atau Deconil 75 WP.

  • Nematoda akar (Ditylenchus dispaci). Gejala yang ditimbulkan : tanaman menjadi kerdil dan tidak mampu membentuk sebuah umbi. Cara mengendalikan : pemberian Furadan 3G sebanyak 25 sampai 85 kg per hektar.

 

9. Panen dan PascaPanen

Dalam budidaya bawang merah, panen dilakukan jika tanaman sudah berumur 70 sampai 80 hari setelah masa tanam berlangsung. Tanaman yang telah siap untuk dipanen memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Umbi yang telah diikat dan dijemur dengan posisi daun berada di atas (selama 6 sampai 7 hari). Setelah daun sudah kering, ikatan diperbesar dengan menyatukan 3 sampai 4 ikatan kecil menggunakan tali bambu. Selanjutnya ikatan dijemur kembali dengan posisi umbi di atas (selama 2 sampai 3 hari),
  • Panen dilakukan dengan mencabut tanaman bersama sama dengan daunnya dan usahakan supaya tanah yang menempel pada umbi dibersihkan. Diamkan sesaat umbi pada bedengan, kemudian setelah diddiamkan diikat 1 sampai1,5 kg/ikat
  • Umbi lapis semakin terlihat berisi dan sebagian menyembul ke permukaan tanah
  • Warna pada kulit umbi berubah menjadi memerah atau mengkilat
  • Apabila umbi telah benar-benar kering, umbi siap untuk disimpan di dalam gudang atau di para-para, kemudian dilakukan pengasapan agar bawang yang dipanen tidak mudah membusuk dan agar tahan lebih lama.
  • Tanaman yang telah cukup tua, ditandai dengan warna yang hampir 60 sampai 90% batang telah menguning dan lemas.

budidaya bawang merah

 

Demikianlah para pembaca setia mesinbawang.com proses yang dibutuhkan untuk tahap Budidaya Bawang Merah  Yang Benar dan Balik Mahar. Tanaman bawang merah memang mudah untuk dipraktekkan cenderung dan tidak memerlukan perawatan yang ini itu. Hal inilah yang membuat banyak orang menyukai untuk menanaman bawang merah. Hanya perlu melakukan pengecekan rutin agar tanaman bawang merah panen dengan sempurna..