(0274) 287 1809 rumahmesin@gmail.com

Resep Bawang Goreng Pedas

Resep Bawang Goreng Pedas – Apakah kalian penikmat makanan pedas? Jika iya, makanan yang satu ini tentunya akan anda sukai. selain karena rasanya yang pedas makanan ini juga berpadu dengan gurihnya bawang. Dan tentunya akan semakin menambah cita rasa dan siap membuat lidah anda bergoyang. Pada artikel ini saya akan berbagi resep tentang cara membuat bawang goreng pedas tersebut.

resep bawang goreng pedas

Pertama-tama yang perlu disiapkan terlebih dahulu adalah mengenai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bawang goring pedas tersebut.

Selanjutnya akan di paparkan tentang resep bawang goreng pedas di atas:

Bahan-bahan Pokok Dalam Resep Bawang Goreng Pedas:

  • 1 kilo gram Bawang merah samosir
  • 0,5 kilo gram Cabe rawit
  • 1 liter Minyak goring nabati
  • Garam secukupnya

Perlengkapan Yang Diperlukan Dalam Resep Bawang Goreng Pedas:

  • Kompor gas
  • Alat pemotong bawang merah/pisau potong
  • Wajan tempat penggorengan
  • Serok dan sotil untuk penggorengan
  • Alat untuk meniriskan setelah penggorengan
  • Toples untuk penyimpanan setelah selesai penggorengan

Kemudian setelah bahan-bahannya dan perlengkapannya semua terkumpul, maka Anda bisa untuk memulai pembuatan bawang goring pedas tersebut.

Akan tetapi sebelum hal itu yang perlu anda lakukan adalah menyiapkan bahan-bahan utamanya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam penggorengan.

  • Pertama-tama yang anda lakukan yaitu dengan mengupas bawang merah yang telah di siapkan. Pengupasan ini harus dilakukan dengan cukup baik, artinya jangan terlalu tebal cukup kulitnya yang paling luar saja. Hal ini sangat penting untuk di lakukan karena untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Bersamaan dengan itu, anda juga dapat membersihkan cabe rawitnya. Pembersihan ini dengan memisahkan antara tangkai dengan buahnya. Setelah dipisahkan maka cabe di cuci dengan air yang bersih, kemudian di tiriskan agar cabe kering dari air. Hal ini penting karena untuk menjaga kehigenisan cabe biar bersih dari kuman.
  • Setelah proses pengupasan selesai langkah selanjutnya adalah memotong-motong bawang merah menjadi tipis-tipis. Ukuran ketipisannya sebenarnya sudah ada ketentuannya sendiri ketika menggunakan alat pemotong bawang. Namun jika pemotongan menggunakan pisau biasa, maka ukurannya bisa menyesuaikan.
  • Selanjutnya adalah menghaluskan cabe rawit dengan tidak terlalu lembut juga tidak terlalu kasar. Penghalusan ini bisa dilakukan dengan menggunakan mesin penghalus ataupun bisa menggunakan alat manual misalkan seperti pisau atau yang lainnya.
  • Setelah bahan telah siap, selanjutnya yaitu mencampur bawang merah yang sudah di iris tipis-tipis tadi dengan cabe rawit yang telah di haluskan. Pencampuran ini harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai tekstur bawang merah menjadi semakin lembut dan hancur. Untuk menambah aroma dan cita rasa yang seimbang tambahkan garam secukupnya pada adonan.

Setelah proses penyiapan bahan pra penggorengan selesai, maka selanjutnya mulai melakukan prosen penggorengan bahan-bahan tersebut:

  • Yang perlu anda lakukan pertama kali adalah menyiapkan tempat penggorengan. Tuangkan minyak di tempat penggorengan, secukupnya kira-kira bawang nanti bisa mengapung ketika sudah matang. Kemudian gunakanlah api yang stabil panasnya, karena jika tidak stabil akan berefek jelek pada hasil penggorengan.
  • Setelah tempat penggorengan siap, dan minyak gorengnya sudah menunjukkan mendidih atau panas, maka mulailah proses penggorengan. Yang perlu diingat ketika proses penggorengan jangan sampai kapasitas bawang melebihi minyaknya. Karena ini akan berdampak pada hasilnya akan banyak bawang yang gosong.
  • Setelah selesai penggorengan tiriskanlah terlebih dahulu bawang, sehinga minyaknya kering. Setelah sudah cukup kering dan dingin maka masukkanlah toples agar dapat di konsumsi secara berkala.

Nah, demikianlah yang informasi yang dapat disajikan tentang Resep Bawang Goreng Pedas, semoga anda dapat menerapkannya. Terimakasih semoga bermanfaat.

Memulai Usaha Bawang Goreng Siap Saji

Sebelum memulai usaha bawang goreng siap saji perlu Anda ketahui persiapan apa saja yang harus dipersiapkan dalam memulai usaha bawang goreng.

Untuk mendirikan sebuah usaha bawang goreng, Anda hanya memerlukan sedikit modal namun akan memberikan keuntungan lebih jika Anda mengutamakan proses pembuatannya serta pemasaran produk yang tepat sasaran.

Kualitas produk bawang goreng yang Anda buat akan membawa dampak positif bagi kelangsungan usaha bawang goreng Anda, karena konsumen cenderung lebih menyukai produk yang berkualitas walaupun harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Berikut tips yang bisa Anda lakukan sebelum memulai usaha bawang goreng siap saji, yaitu :

  1. Persiapkan alat atau mesin yang dibutuhkan untuk membuat bawang goreng seperti alat perajang bawang otomatis, dan alat peniris minyak berkualitas.
  2. Usahakan mencari bawang yang masih segar dan kulitnya tidak basah.
  3. Berikan nama produk bawang goreng siap saji Anda pada kemasan sehingga akan membantu pemasaran produk bawang goreng Anda.
  4. Buatlah kemasan varian bawang goreng siap saji mulai dari harga termurah hingga harga kiloan, sehingga banyak orang yang memilih sesuai kebutuhan mereka.

Itulah tips memulai usaha bawang goreng siap saji, jika Anda sudah mengetahui proses awal sebelum memulai usaha bawang goreng, jangan lupa untuk tetap lebih mengutamakan kualitas produk.

Produk Kemasan Dalam Resep Bawang Goreng Pedas

Sekarang, dengan mudah kita bisa membeli bawang merah goreng dalam kemasan, denganharga yang relatif murah. Agroindustri bawang merrah memang sudah menjadi bisnis dengan pasar yang sangat jelas, serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah sangat besar. tenaga kerja itu akan bertugas mengupas bawang merah, merajang, menggoreng dan mengemas dan mendistribusikannya ke padagang pengeser, termasuk ke pasar swalayan maupun pasar tradisional.

Tumbuhnya agroindustri bawang merah goreng, telah mampu mendatangkan penghematan, terutama penghematan waktu kerja di kalangan pengusaha restoran dan pedagang keliling serta kakilima. Sebab pekerjaan mengupas bawang, merajang dan kemudian menggorengnya, sekarang sudah tidak perlu mereka kerjakan lagi, karena sudah diambil-alih oleh perajin bawang goreng, dengan lebih efektif dan efisien. Dengan ini, pedagang makanan, terutama pedagang kecil, juga telah menghemat uang.

Selain menghemat waktu dan biaya, kualitas bawang merah goreng dalam kemasan, juga lebih baik. Kalau mereka menggoreng bawang sendiri, dalam waktu singkat hasilnya akan lembek dan berair. Terutama kalau ditaruh di udara terbuka, di tempat yang cukup lembap. Sementara bawang goreng kemasan, tetap kering dan renyah, meskipunberada di tempat terbuka dan lembap dalam waktu cukup lama. Faktor ini juga telah menyebabkan para pedagang makanan dan pemilik restoran beralih ke bawang goreng kemasan.

Mengapa bawang goreng kemasan ini relatif lebih awet kering ketika ditaruh di udara terbuka? Sebab sebelum digoreng, diberi sedikut tepung beras. Tepung beras ini mencegah irisan bawang merah hangus ketika digoreng. Bawang merah yang hanya diiris lalu digoreng, sebagian akan cepat hangus, padahal sebagian yang lain masih putih. Hal ini disebabkan karena bawangmerah merupakan umbi lapis. Lapisan paling luar, kadar airnya lebih rendah dibanding dengan lapisan yang lebih dalam.

Ketika diiris dan kemudian digoreng, irisan dari lapis paling luar terlebih yang berukuran kecil, akan cepat kering dan hangus. Sementara irisan dari lapisan dalam masih putih. Dengan diberi sedikit tepung beras, maka keringnya bawang goreng bisa terjadi serentak, dengan warna kuning kecokelatan yang kompak. Bawang goreng kemasan bisa kering lebih rata, juga karena faktor volume minyak dan panas dalam proses penggorengan. Demi efisiensi, penggorengan bawang goreng selalu dilakukan dalam wajan sangat besar.

Wajan besar itu diisi minyak tiga perempat. Hingga semua irisan  bawang goreng yang yang dimasukkan, akan tercelup secara merata dalam minyak panas. Sumber pemanas berasal dari kompor pompa. Kelemahan kompor ini adalah, intensitas panasnya turun naik, tergantung tekanan udara dari kompresor. Hingga banyak pengusaha gorengan yang menggunakan teknik grafitasi. Tangki minyak ditaruh di ketinggian, lalu minyak mengalir ke bawah dengan menggunakan tenaga grafitasi.

Sekarang, sebagian besar pengusaha makanan gorengan, selalu menggunakan kompor batubara. Pertama karena batubara lebih hemat, kedua panasnya sangat stabil dengan kalori yang lebih tinggi. Kelemahan bahan bakar batubara, meskipun sudah dijadikan briket, tetap akan mengeluarkan asap dan bau tak sedap selama proses menjadi bara. Namun setelah menjadi bawa, asap dan bau itu akan hilang. Dalam industri makanan gorengan, asap dan bau ini tidak terlalu mengganggu para pekerja.

Tentang ketahanan bawang goreng kemasan, konsumen sepakat memang lebih tahan lama dibanding dengan bawang goreng buatan sendiri. Sebab ketika ibu rumah tangga menggoreng bawang merah, biasanya tanpa dicampur dengan tepung beras. Kalau kita melakukan hal yang sama, maka hasilnya, bawang merah goreng buatan kita juga akan tahan lama. Namun masih ada dua pendapat berbeda tentang aroma bawang merah hasil industri. Pihak pertama, mengatakan bahwa bawangmerah industri ini lebih harum. Pihak kedua menyebut aromanya kurang. Mana yang benar?

Pihak pertama mangatakan bahwa bawang goreng hasil industri lebih harum, karena ia langsung berhubungan dengan pemasoknya, hingga selalu memperoleh bawang goreng baru, dalam kemasan besar (curah). Biasanya ini dilakukan oleh pedagang makanan dengan volume kebutuhan besar serta kontinu. Pedagang demikian selalu menghendaki produk dengan harga miring. Bawang goreng yang harganya lebih rendah, selalu berasal dari umbi yang berukuran kecil. Umbi bawang merah dengan ukuran kecil, biasanya justru lebih kuar aromanya dibanding dengan yang berukuran besar.

Pihak yang mengklaim bawang merah kemasan aromanya kurang, biasanya membeli secara sporadis, dengan volume kecil. Dia tidak pernah tahu, sudah berapa lama bawang goreng itu tersimpan. Sebab semakin lama bawang goreng disimpan, akan semakin berkurang aromanya. Ini diakibatkan oleh kemasan yang hanya berupa kantung plastik dengan penutupan yang ala kadarnya. Padahal, dengan sase yang benar dengan pengisian model vakum pun, sebuah produk makanan akan mengalami masa kadaluwarsa.

Hinngga idealnya, para pengusaha bawang goreng juga mencamtumkan tanggal penggorengan dan kapan bawang itu akan mengalami masa kadaluwarsa hingga tidak layak konsumsi. Hal ini penting dilakukan, karena bukan hanya sekadar menyangkut berkurangnya aroma, melainkan juga kesehatan bahkan keselamatan konsumen pengguna produk tersebut. Sayangnya, para perajin bawang goreng, yang umumnya merupakan industri rumah tangga, belum mampu mencantumkan tanggal kadaluwarsa ini.

Agroindustri bawang merah goreng, sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah ketika harga produk segarnya jatuh. Akibat serbuan bawang merah impor, sekarang ini harga bawang merah lokal dari Brebes, Jawa Tengah turun. Padahal, Brebes bukan hanya sentra budidaya, melainkan juga pemasaran. Bawang merah asal Bantul (DIY), Nganjuk (Jatim) dan juga Madura, hampir seluruhnya dipasarkan melalui Brebes. Ini wajar saja, sebab Masyarakat Brebes selain menjadi petani, sekaligus juga pedagang.

Pola serupa juga terjadi pada komoditas duku. Meski sentra terbesarnya Kab. Sorolangun, Jambi, namun pemasarannya selalu melalui Palembang, Sumsel. Hingga di Jakarta yang dikenal selalu duku palembang. Sentra itik di Kalsel, sebenarnya ada di Amuntai, Kab. Hulu Sungai Utara. Namun karena sentra pemasarannya ada di kota kecamatan Alabio, masih di kabupeten yang sama, maka masyarakat luar hanya mengenal “itik alabio”. Brebes sebagai sentra produksi sekaligus pemasaran cabai dan bawang merah, akan sangat menentukan naik turunnya produk tersebut di tingkat nasional.

Dengan berkembangnya agroindustri bawang goreng, maka jatuhnya produk segar akan sangat menguntungkan petani. Sebab komoditas tersebut tidak sampai membusuk dan terbuang sia-sia. Selain itu, masyarakat lapis bawah juga akan menikmati nilai tambah dari produk tersebut, berupa kesempatan kerja. Sebenarnya Pemda pun akan ikut pula menikmati keuntungan, berupa meningkatnya retribusi, karena perekonomian di tingkat mikro mulai dari warung kecil, tukang ojek dan angkot ikut kebagian rejeki.

Umbi bawang merah yang akan digoreng, terlebih dahulu dipotong bagian pangkal dan ujungnya, kemudian dibuang lapisan umbi bagian luar yang sudah mengering. Dalam agroindustri bawang goreng, bagian  ini dikerjakan oleh kelompok tersendiri, yang hanya khusus mengupas bawang. Bagian berikutnya adalah kelompok perajang.

Alat parajangnya adalah serutan berupa satu lembar papan yang diberi pisau permanen seperti halnya pengetam kayu. Umbiyang sudah terkupas diserutkan  diatas panan itu, hingga hasil irisannya sama tipis dan langsung jatuh ke wadah yang ditaruh di bawah serutan tersebut.

Pengirisan dilakukan secata membujur (vertikal), dan bukannya horisontal, hingga irisan itu tetapakan membentuk satu kesatuan yang utuh. Kalau irisan dilakukan secara secara melintang (horisontal), hasilnya akan menjadi irisan yang akan terurai menjadi gelang kecil-kecil.

Bawang yang sudah menjadi irisan, segera ditaburi tepung beras dan diaduk rata secara pelan-pelan. Setelah dibiarkan sesaat irisan bawang itu dimasukkan ke dalam serok. Ini adalah anyaman kawat yang mirip dengan saringan teh, namun berukuran sesuai dengan ukuran wajan.

Setelah itu serok yang sudah berisi irisan bawang merah itu dimasukkan ke dalam minyak panas. Setelah bawang itu berwarna kecokelatan, serok diangkat dan ditiriskan di atas wadah penirisan. Ke dalam wajan dimasukkan serok lain yang sudah berisi irisan bawang. Demikian seterusnya. Setelah bawang goreng ini dingin, pengemasan dengan kantung plastik dilakukan. Baik kemasan untuk skala rumah tangga, maupun kemasan curah untuk warung dan restoran besar. (R) # # #

Konsumen Dalam Resep Bawang Goreng Pedas

 

Bawang goreng banyak dimanfaatkan sebagai bahan memasak untuk meningkatkan rasa dan mempercantik penampilan. Bawang goreng ini banyak disukai karena baunya yang harum dan menambah kelezatan setiap hidangan memasak. Oleh karena itu bawang goreng banyak dibutuhkan oleh para ibu rumah tangga dan para pengusaha kuliner. Mereka merupakan konsumen dan target pasar untuk bisnis bawang goreng. Sehingga bawang goreng ini memiliki target pasar yang besar jadi sangat tepat bila memilih berbisnis bawang goreng.

Pemasaran Dalam Resep Bawang Goreng Pedas

Dalam proses pemasaran produk bawang goreng ini bisa dikerjakan dengan cara menjualnya atau menitipkanya pada beberapa toko klontong serta minimarket. Selain itu bisa juga dengan menjadi supplier tetap untuk para pengusaha kuliner, restaurant maupun hotel.

Dengan menjadi supplier maka tidak perlu lagi mencari konsumen karena sudah ada pelanggang tersendiri. Supaya usaha bawang goreng ini dapat diterima oleh masyarakat maka perlu membuat kemasasan bawang goreng yang berkualitas dan menarik. Cantumkan juga kode kadaluarsa dan mendaftarkannya di BPOM. Supaya bawang goreng yang dipasarkan ini dapat diterima dimasyarakat dengan baik.

Resiko Usaha Dalam Resep Bawang Goreng Pedas

Peluang usaha bawang goreng ini memiliki beberapa resiko yang memang perlu dilalui oleh setiap pengusaha bawang goreng. Terdapat banyak hambatan dan tantangan dalam menjalankan bisnis bawang goreng. Beberapa hambatan tersebut ialah harga bahan baku yang mudah naik dan turun tidak menentu serta ketahanan dari produk bawang goreng yang dijual.

Produk bawang goreng yang lama tidak laku ini mampu menurunkan kualitas pada bawang goreng tersebut. Biasanya akan merusak rasa bawang goreng seperti, berbau, rasa pahit dan sebagainya.

Supaya bisnis bawang goreng ini dapat bertahan lama maka membutuhkan proses penyimpanan yang baik seperti mengemas dengan kedap udara jadi produk bisa bertahan dalam waktu lama. Agar produk bawang goreng disukai banyak kalangan maka perlu membuatnya dengan kualitas bagus, baik dari segi rasa, penampilan, aroma dan sebagainya.

Simak juga: Ini Dia! Resep Sambal Bawang Putih Yang Enak Dan Istimewa atau Cara Membuat Soto Ayam Spesial Dengan Mudah